BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Teknologi
komunikasi telah berkembang sehingga tidak ada masyarakat modern yang mampu
bertahan tanpa komunikasi. Konsep ini yang mendasari bahwa manusia memiliki
kebutuhan berinteraksi sosial. Komunikasi yang bersinggungan dengan kehidupan
berbudaya dalam arti yang seluas - luasnya (termasuk lintas budaya) terjadi
dalam beragam wujud dan bentuk. Perkembangan teknologi turut memberikan arti
yang sangat penting dalam bidang komunikasi dan interaksi sosial dapat berlangsung
dan tercipta tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Peran komunikasi sebagai
penggerak interaksi sosial dalam masyarakat dapat terus berkembang dalam setiap
aspek kehidupan masyarakat yang bertujuan untuk memenuhi kepentingan dan
kebutuhan individu maupun kelompok.
Perkembangan
teknologi komunikasi tidak dapat dilepaskan dari suatu konteks perubahan
masyarakat dalam arti luas. Perluasan teknologi komunikasi memiliki posisi
disetiap ilmu interdisiplin dan saling berkaitan dalam hal perkembangan ilmu -
ilmu khususnya sebagai sarana pemahaman dan penyebaran ilmu agar dapat dipahami
masyarakat secara rinci dan jelas. Teknologi komunikasi dilihat sebagai
keberadaannya yang unik dan objektif mengalami perkembangan demi kebutuhan
manusia dari segi pemanfaatan teknologi komunikasi itu sendiri.
1.2
Rumusan
Masalah
1. Pentingkah
komunitas virtual di kehidupan bermasyarakat ?
2. Bagaimanakah
manfaat komunitas virtual dalam kehidupan ?
1.3
Tujuan
Tujuan dari komunitas virtual :
1. Menjalin hubungan antar manusia.
2. Mempermudah untuk mendapatkan informasi lebih cepat.
3. Motif untuk bertransaksi.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Komunikasi Virtual
Komunitas atau
Community adalah sekumpulan individu yang biasanya memiliki minat yang sama.
Sebuah komunitas biasanya terbentuk karena memiliki kebutuhan yang sama
(ataupun tidak) pada sebuah minat tertentu. Sebuah komunitas atau club biasanya
diawali dengan berkumpul bersama.
Awalnya dengan beberapa orang (minimal 2 orang) yang saling kenal,
memiliki minat yang sama dan kemudian berkembang dan anggotanya pun bertambah.
Virtual adalah
dunia yang biasanya kita sebut sebagai dunia maya atau cyber space yaitu
sebuah dunia komunikasi berbasis computer yang menawarkan realitas baru.
Jadi, Komunitas
Virtual adalah sebuah komunitas yg terbentuk dan tergabung dari berbagai
element yang biasanya memiliki hobby yang sama dan menyalurkan semua yang
berkaitan dengan hobbinya tersebut melalui sebuah dunia maya yaitu
Virtual.
2.2 Karakteristik Komunitas Virtual
Komunitas Virtual dapat di golongkan
menjadi 4 karakteristik, Yaitu:
- Berdasarkan motifnya, komunitas virtual dapat dibagi menjadi 3, pertama adalah motif untuk menjalin hubungan antar manusia. Kedua adalah motif untuk mendapatkan informasi dan ketiga adalah motif untuk bertransaksi.
- Berdasarkan kardinilitasnya, komunitas virtual bisa bersifat interaksi satu ke satu, satu ke banyak, dan banyak ke banyak. Kardinilitas menggambarkan siapa yang mengontrol proses pertukaran informasi.
- Berdasarkan isinya, isi dari sebuah komunitas virtual dapat berasal dari individu-individu yang berada didalamnya berupa diskusi-diskusi online dan pembuatan halaman web dari individu-individu itu, bisa juga berasal dari penyedia layanan komunitas dan bersifat tradisional, dalam kasus ini adalah pemerintah yang memeberikan pengumuman namun pengumuman itu harus bersifat konsisten dan terkontrol dengan ketat.
- Berdasarkan otonomi yang dimiliki dari sebuah komunitas virtual memiliki arti apakah komunitas virtual itu berdiri sendiri atau dimiliki bersama oleh anggota komunitas dan meiliki aturan yang telah disepakati bersama oleh anggota komunitas itu. Kombinasi yang sesuai dari karakteristik diatas akan menciptakan KM yang efektif berdasarkan komunitas virtual. Secara fisik kombinasi yang cocok untuk KM di bidang e-government adalah komunitas dengan motif saling menukar informasi, memiliki infrastruktur satu ke banyak dan sumber isi dari berbagai sumber, dan memiliki otonomi tingkat tinggi.
2.3 Dasar Terbentuknya Suatu Komunitas Virtual
Di dalam suatu komunitas
tentunya kita dapat berbagi satu sama lain baik itu cerita pribadi, pengalaman
dan tentunya masih banyak lagi yang dapat dibagi atau juga berdiskusi tentang
suatu masalah yang nyata atau yang terjadi di dalam kehidupan dunia virtual itu
sendiri. Apakah orang bergabung dalam komunitas virtual karena sudah bosan
dengan dunia nyata sehingga mereka menciptakan dunia sendiri yaitu dunia
virtual? Mungkin itu yang menjadi alasan
mereka menciptakan komunitas virtual agar mereka merasa lebih nyaman. Sangat terasa
manfaat internet untuk dunia komunikasi melalui media virtual dengan berbagai
fasilitas yang di tawarkan hanya tinggal bagaimana cara memanfaatkannya kearah
yang positif dan menghindari negatifnya.
Banyak hal yang bisa di
dapatkan di dunia virtual dilihat dari desain bangunan yang sesuai dengan dunia
nyata di tambah dengan unsur virtual untuk menambah fantasi dari pengguna dunia
virtual sendiri dan banyak animasi yang bisa di pelajari dari desain karakter
avatar dan pergerakan yang ada didalamnya.
Motivasi terbentuknya
komunitas yang berawal dari kesamaan preferensi atas suatu hal, kesulitan teknis
yang di hadapi dan kesamaan karena menjadi minorotas ataupun mayoritas. Yang
kedua adalah moderator dalam komunitas virtual berperan sebagai pemberi ijin
dan referensi. Ketiga adalah anggota memiliki beberapa motivasi berbeda utnutk
mengikuti suatu komunitas. Keempat adalah dampak keikutsertaan anggota dalam
suatu komunitas virtual terhadap para anggota adalah loyalitas tinggi terhadap
dasar terbentuknya suatu komunitas dan persepsi kualitas yang lebih baik.
Kelima dalah anggota komunitas menerima manfaat fungsional dan manfaat social
melalui komunitas virtual tersebut sehingga membuat anggota bersedia membentuk
komitmen. Keenam adalah anggota komunitas virtual melakukan posting secara
continue dan melakukan pertemuan rutin sebagai wujud komitmen pada komunitas
virtual.
2.4 Manfaat Komunitas Virtual
Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari komunitas virtual. Yang paling utama adalah informasi terbaru yang ada bisa langsung tersebar setiap waktu. Anggota komunitas virtual bisa langsung mengetahui bila ada anggota lainnya yang memberi informasi terbaru. Sebuah komunitas virtual bisa saling bertukar pikiran atau hanya sekedar memberi kabar pada sesama anggotanya. Dunia internet yang sudah menjadi bagian dari beberapa kalangan masyarakat, menjadikan komunitas virtual sebagai sarana untuk saling berkomunikasi. Semakin berkembangnya teknologi juga membuat perubahan sosial masyarakat, namun perubahan yang diharapkan menuju ke arah yang lebih baik.
Komunitas virtual mampu menciptakan suatu manfaat yang sangat baik bagi setiap anggotanya. Dalam komunitas ini akan tercipta garis sama rata antar para anggotanya. Di mana yang lebih diutamakan adalah pertukaran pengetahuan dan informasi. Dalam komunitas ini jenjang sosial yang sering terlihat jelas di masyarakat kita akan hilang karena siapa saja bisa bergabung. Dalam hal ini pembelajaran bisa terlaksana tanpa melihat status sosial yang ada pada setiap anggotanya. Dalam komunitas fotografi misalnya, anggota di dalamnya bisa saling berbagi pengetahuan dalam hal kamera, teknik foto, ataupun informasi bila ada anggota yang menjual alat-alat fotografi.
Komunitas virtual akan membantu memudahkan anggota di dalamnya untuk berkomunikasi, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak berani mengungkapkan pikirannya menjadi berani untuk menyampaikan pendapatnya. Manfaat yang bisa didapatkan juga bisa merupakan kepuasan bagi anggotanya. Ketika komunikasi yang terjalin semakin sering terjadi, akan membuat orang-orang di dalam komunitas tersebut menjadi kritis tetapi tidak membuat suasana dalam komunitas tersebut menjadi rusak, melainkan mencapai suatu hasil yang bisa disetujui bersama oleh anggota komunitas. Hal lain yang bisa terjadi dari adanya komunitas virtual ini adalah bisa menjauhkan pengguna internet dari sisi negatif internet itu sendiri. Dengan adanya komunitas virtual, orang akan meninggalkan kebiasaan buruknya dan lebih aktif dalam komunitasnya. Hal ini akan menjadi perubahan yang baik bagi pengguna internet, dari yang biasa membuka situs yang kurang berguna, menjadi pengguna internet yang dapat memberikan kontribusi positif dengan masuk ke dalam suatu komunitas virtual.
Selain semua itu, dalam suatu komunitas virtual setiap anggotanya bisa menjadi lebih mengetahui perkembangan dunia yang semakin maju. Setiap orang yang ingin mencari komunitas, mencari tempat untuk bertukar pikiran, informasi, dan pengetahuan bisa masuk ke dalam suatu komunitas tertentu dalam dunia maya. Saat mereka menjadi bagian dari suatu komunitas, maka keinginan untuk menggunakan internet akan semakin meningkat dan membuat mereka lebih merasa bermanfaat dengan bergabung dalam komunitas tersebut.
2.5 Kelebihan dan Kekurangan Komunitas Virtual
Kelebihan :
· Dapat berinteraksi secara tatap muka dengan webcam .
· Feedback dapat langsung dirasakan dan berulang – ulang.
· Bebas berinteraksi.
· Dapat berinteraksi dengan semua orang di seluruh dunia.
Kekurangan :
· Komunikasinya bersifat tertutup.
· Bahasa yang digunakan, pengetahuan semantik, budaya serta etika dapat menjadi kendala salam melakukan interaksi (chatting).
· Hambatan teknis seperti disconnecting ataupun server down.
2.6 Contoh Komunitas Virtual
Pada prinsipnya
komunitas virtual merupakan sebuah forum dimana para anggotanya saling bebas
berhubungan dengen mengeluarkan pendapat. Yang terjadi di dalam komunitas
virtual adalah sebuah mekanisme pembelajaran (knowledge sharing) karena
masing-masing anggotanya berkomunikasi mengenai hal-hal tertentu. Contohnya
adalah sebagai berikut :
- Komunitas virtual para pengacara yang saling mendiskusikan berbagai kasus-kasus hukum;
- Komunitas virtual para programmer yang membahas teknik-teknik pemrograman yang baik dan berkualitas;
- Komunitas virtual para pengembang software yang membahas dan mengembangkan software open source;
- dll.
Prinsipnya
adalah bahwa seseorang biasanya berniat untuk berpartisipasi di dalam sebuah
komunitas virtual jika yang bersangkutan memiliki permasalahan tertentu. Dengan
berpartisipasi di dalam komunitas virtual, yang bersangkutan biasanya
mengharapkan adanya “jawaban” terhadap permasalahan yang dihadapi, melalui
interaksi dengan anggota-anggota lain.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Komunitas
virtual dapat dikatakan sebagai kelompok orang di dunia maya yang memiliki
minat yang sama dalam membuat sebuah wadah atau forum dimana setiap anggota
dari komunitas ini secara bebas saling mengeluarkan pendapat, bertukar pikiran,
pandangan dan informasi melalui berbagai medium seperti email, chatting,
mailling list atau bulletin boardsyang dilakukan secara terus menerus dan
sekelompok orang ini mendiskusikan berbagai hal dan topik tertentu dalam hal ini mengerucut ke konteks seputar
pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar