Senin, 12 Desember 2016

Teknologi Informasi Dan Komunitas



BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang Masalah

Teknologi komunikasi telah berkembang sehingga tidak ada masyarakat modern yang mampu bertahan tanpa komunikasi. Konsep ini yang mendasari bahwa manusia memiliki kebutuhan berinteraksi sosial. Komunikasi yang bersinggungan dengan kehidupan berbudaya dalam arti yang seluas - luasnya (termasuk lintas budaya) terjadi dalam beragam wujud dan bentuk. Perkembangan teknologi turut memberikan arti yang sangat penting dalam bidang komunikasi dan interaksi sosial dapat berlangsung dan tercipta tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Peran komunikasi sebagai penggerak interaksi sosial dalam masyarakat dapat terus berkembang dalam setiap aspek kehidupan masyarakat yang bertujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan individu maupun kelompok.
Perkembangan teknologi komunikasi tidak dapat dilepaskan dari suatu konteks perubahan masyarakat dalam arti luas. Perluasan teknologi komunikasi memiliki posisi disetiap ilmu interdisiplin dan saling berkaitan dalam hal perkembangan ilmu - ilmu khususnya sebagai sarana pemahaman dan penyebaran ilmu agar dapat dipahami masyarakat secara rinci dan jelas. Teknologi komunikasi dilihat sebagai keberadaannya yang unik dan objektif mengalami perkembangan demi kebutuhan manusia dari segi pemanfaatan teknologi komunikasi itu sendiri.


1.2         Rumusan  Masalah
1.    Pentingkah komunitas virtual di kehidupan bermasyarakat ?
2.    Bagaimanakah manfaat komunitas virtual dalam kehidupan ?


1.3         Tujuan
Tujuan dari komunitas virtual :
1.    Menjalin hubungan antar manusia.
2.    Mempermudah untuk mendapatkan informasi lebih cepat.
3.    Motif untuk bertransaksi.




BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Komunikasi Virtual

Komunitas atau Community adalah sekumpulan individu yang biasanya memiliki minat yang sama. Sebuah komunitas biasanya terbentuk karena memiliki kebutuhan yang sama (ataupun tidak) pada sebuah minat tertentu. Sebuah komunitas atau club biasanya diawali dengan berkumpul bersama.  Awalnya dengan beberapa orang (minimal 2 orang) yang saling kenal, memiliki minat yang sama dan kemudian berkembang dan anggotanya pun bertambah.
Virtual adalah dunia yang biasanya kita sebut sebagai dunia maya atau cyber space yaitu  sebuah dunia komunikasi berbasis computer yang menawarkan realitas baru.
Jadi, Komunitas Virtual adalah sebuah komunitas yg terbentuk dan tergabung dari berbagai element yang biasanya memiliki hobby yang sama dan menyalurkan semua yang berkaitan dengan  hobbinya tersebut melalui sebuah dunia maya yaitu Virtual.




2.2 Karakteristik Komunitas Virtual

Komunitas Virtual dapat di golongkan menjadi 4 karakteristik, Yaitu:
  • Berdasarkan motifnya, komunitas virtual dapat dibagi menjadi 3, pertama adalah motif untuk menjalin hubungan antar manusia. Kedua adalah motif untuk mendapatkan informasi dan ketiga adalah motif untuk bertransaksi.
  • Berdasarkan kardinilitasnya, komunitas virtual bisa bersifat interaksi satu ke satu, satu ke banyak, dan banyak ke banyak. Kardinilitas menggambarkan siapa yang mengontrol proses pertukaran informasi.
  • Berdasarkan isinya, isi dari sebuah komunitas virtual dapat berasal dari individu-individu yang berada didalamnya berupa diskusi-diskusi online dan pembuatan halaman web dari individu-individu itu, bisa juga berasal dari penyedia layanan komunitas dan bersifat tradisional, dalam kasus ini adalah pemerintah yang memeberikan pengumuman namun pengumuman itu harus bersifat konsisten dan terkontrol dengan ketat.
  • Berdasarkan otonomi yang dimiliki dari sebuah komunitas virtual memiliki arti apakah komunitas virtual itu berdiri sendiri atau dimiliki bersama oleh anggota komunitas dan meiliki aturan yang telah disepakati bersama oleh anggota komunitas itu. Kombinasi yang sesuai dari karakteristik diatas akan menciptakan KM yang efektif berdasarkan komunitas virtual. Secara fisik kombinasi yang cocok untuk KM di bidang e-government adalah komunitas dengan motif saling menukar informasi, memiliki infrastruktur satu ke banyak dan sumber isi dari berbagai sumber, dan memiliki otonomi tingkat tinggi.


2.3 Dasar Terbentuknya Suatu Komunitas Virtual

Di dalam suatu komunitas tentunya kita dapat berbagi satu sama lain baik itu cerita pribadi, pengalaman dan tentunya masih banyak lagi yang dapat dibagi atau juga berdiskusi tentang suatu masalah yang nyata atau yang terjadi di dalam kehidupan dunia virtual itu sendiri. Apakah orang bergabung dalam komunitas virtual karena sudah bosan dengan dunia nyata sehingga mereka menciptakan dunia sendiri yaitu dunia virtual?  Mungkin itu yang menjadi alasan mereka menciptakan komunitas virtual agar mereka merasa lebih nyaman. Sangat terasa manfaat internet untuk dunia komunikasi melalui media virtual dengan berbagai fasilitas yang di tawarkan hanya tinggal bagaimana cara memanfaatkannya kearah yang positif dan menghindari negatifnya.
Banyak hal yang bisa di dapatkan di dunia virtual dilihat dari desain bangunan yang sesuai dengan dunia nyata di tambah dengan unsur virtual untuk menambah fantasi dari pengguna dunia virtual sendiri dan banyak animasi yang bisa di pelajari dari desain karakter avatar dan pergerakan yang ada didalamnya.
Motivasi terbentuknya komunitas yang berawal dari kesamaan preferensi atas suatu hal, kesulitan teknis yang di hadapi dan kesamaan karena menjadi minorotas ataupun mayoritas. Yang kedua adalah moderator dalam komunitas virtual berperan sebagai pemberi ijin dan referensi. Ketiga adalah anggota memiliki beberapa motivasi berbeda utnutk mengikuti suatu komunitas. Keempat adalah dampak keikutsertaan anggota dalam suatu komunitas virtual terhadap para anggota adalah loyalitas tinggi terhadap dasar terbentuknya suatu komunitas dan persepsi kualitas yang lebih baik. Kelima dalah anggota komunitas menerima manfaat fungsional dan manfaat social melalui komunitas virtual tersebut sehingga membuat anggota bersedia membentuk komitmen. Keenam adalah anggota komunitas virtual melakukan posting secara continue dan melakukan pertemuan rutin sebagai wujud komitmen pada komunitas virtual.






2.4 Manfaat Komunitas Virtual 

 

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari komunitas virtual. Yang paling utama adalah informasi terbaru yang ada bisa langsung tersebar setiap waktu. Anggota komunitas virtual bisa langsung mengetahui bila ada anggota lainnya yang memberi informasi terbaru. Sebuah komunitas virtual bisa saling bertukar pikiran atau hanya sekedar memberi kabar pada sesama anggotanya. Dunia internet yang sudah menjadi bagian dari beberapa kalangan masyarakat, menjadikan komunitas virtual sebagai sarana untuk saling berkomunikasi. Semakin berkembangnya teknologi juga membuat perubahan sosial masyarakat, namun perubahan yang diharapkan menuju ke arah yang lebih baik.

Komunitas virtual mampu menciptakan suatu manfaat yang sangat baik bagi setiap anggotanya. Dalam komunitas ini akan tercipta garis sama rata antar para anggotanya. Di mana yang lebih diutamakan adalah pertukaran pengetahuan dan informasi. Dalam komunitas ini jenjang sosial yang sering terlihat jelas di masyarakat kita akan hilang karena siapa saja bisa bergabung. Dalam hal ini pembelajaran bisa terlaksana tanpa melihat status sosial yang ada pada setiap anggotanya. Dalam komunitas fotografi misalnya, anggota di dalamnya bisa saling berbagi pengetahuan dalam hal kamera, teknik foto, ataupun informasi bila ada anggota yang menjual alat-alat fotografi.

Komunitas virtual akan membantu memudahkan anggota di dalamnya untuk berkomunikasi, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak berani mengungkapkan pikirannya menjadi berani untuk menyampaikan pendapatnya. Manfaat yang bisa didapatkan juga bisa merupakan kepuasan bagi anggotanya. Ketika komunikasi yang terjalin semakin sering terjadi, akan membuat orang-orang di dalam komunitas tersebut menjadi kritis tetapi tidak membuat suasana dalam komunitas tersebut menjadi rusak, melainkan mencapai suatu hasil yang bisa disetujui bersama oleh anggota komunitas. Hal lain yang bisa terjadi dari adanya komunitas virtual ini adalah bisa menjauhkan pengguna internet dari sisi negatif internet itu sendiri. Dengan adanya komunitas virtual, orang akan meninggalkan kebiasaan buruknya dan lebih aktif dalam komunitasnya. Hal ini akan menjadi perubahan yang baik bagi pengguna internet, dari yang biasa membuka situs yang kurang berguna, menjadi pengguna internet yang dapat memberikan kontribusi positif dengan masuk ke dalam suatu komunitas virtual.

Selain semua itu, dalam suatu komunitas virtual setiap anggotanya bisa menjadi lebih mengetahui perkembangan dunia yang semakin maju. Setiap orang yang ingin mencari komunitas, mencari tempat untuk bertukar pikiran, informasi, dan pengetahuan bisa masuk ke dalam suatu komunitas tertentu dalam dunia maya. Saat mereka menjadi bagian dari suatu komunitas, maka keinginan untuk menggunakan internet akan semakin meningkat dan membuat mereka lebih merasa bermanfaat dengan bergabung dalam komunitas tersebut.

2.5  Kelebihan dan Kekurangan Komunitas Virtual

Kelebihan :

·         Dapat berinteraksi secara tatap muka dengan webcam .

·         Feedback dapat langsung dirasakan dan berulang – ulang.

·         Bebas berinteraksi.

·         Dapat berinteraksi dengan semua orang di seluruh dunia.

Kekurangan :

·         Komunikasinya bersifat tertutup.

·         Bahasa yang digunakan, pengetahuan semantik, budaya serta etika dapat menjadi kendala salam melakukan interaksi (chatting).

·         Hambatan teknis seperti disconnecting ataupun server down.

 

 

2.6 Contoh Komunitas Virtual 

 

Pada prinsipnya komunitas virtual merupakan sebuah forum dimana para anggotanya saling bebas berhubungan dengen mengeluarkan pendapat. Yang terjadi di dalam komunitas virtual adalah sebuah mekanisme pembelajaran (knowledge sharing) karena masing-masing anggotanya berkomunikasi mengenai hal-hal tertentu. Contohnya adalah sebagai berikut :
  • Komunitas virtual para pengacara yang saling mendiskusikan berbagai kasus-kasus hukum; 
  • Komunitas virtual para programmer yang membahas teknik-teknik pemrograman yang baik dan berkualitas;
  • Komunitas virtual para pengembang software yang membahas dan mengembangkan software open source;
  • dll. 
Prinsipnya adalah bahwa seseorang biasanya berniat untuk berpartisipasi di dalam sebuah komunitas virtual jika yang bersangkutan memiliki permasalahan tertentu. Dengan berpartisipasi di dalam komunitas virtual, yang bersangkutan biasanya mengharapkan adanya “jawaban” terhadap permasalahan yang dihadapi, melalui interaksi dengan anggota-anggota lain.



BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
           
Komunitas virtual dapat dikatakan sebagai kelompok orang di dunia maya yang memiliki minat yang sama dalam membuat sebuah wadah atau forum dimana setiap anggota dari komunitas ini secara bebas saling mengeluarkan pendapat, bertukar pikiran, pandangan dan informasi melalui berbagai medium seperti email, chatting, mailling list atau bulletin boardsyang dilakukan secara terus menerus dan sekelompok orang ini mendiskusikan berbagai hal dan topik tertentu  dalam hal ini mengerucut ke konteks seputar pendidikan.




DAFTAR PUSTAKA




Akar Dan Visi Sosial Cyberspace



BAB I

PENDAHULUAN


11.   Latar Belakang

Di era globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, penyebaran informasi serta akses telekomunikasi semakin cepat dan mudah. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai dampak bagi masyarakat, baik itu berdampak positif maupun negatif. Dampaknyapun tidak terbatas terhadap kalangan tertentu saja, namun telah meluas ke semua kalangan baik kalangan terpelajar maupun yang bukan terpelajar.
Internet merupakan salah satu hasil dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi buatan manusia dan salah satu kemajuan ilmu teknologi itu adalah munculnya berbagai situs jejaring sosial sebagai media informasi. Hal ini tentu membuat kita mendapatkan informasi lebih cepat. Situs jejaring sosial di internet bermacam-macam jenis dan bentuknya, namun yang paling dikenal dan banyak digandrungi remaja jaman sekarang adalah Facebook, Twitter, Path, dan masih banyak lagi.



12.   Tujuan
Melalui penulisan makalah ini tujuan yang ingin dicapai penulis yaitu:
1.      Mengetahui tentang Cyberspace
2.      Mengetahui akar dan visi sosial Cyberspace
3.      Mengenal contoh Cyberspace
4.      Mengetahui kelebihan dan kekurangan Cyberspace
5.      Mengetahui penanggulangan Cyberspace
6.      Mengetahui dampak dari Cyberspace

13.   Batasan Masalah
Adapun Batasan masalah dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Pengertian Cyberspace
2.      Akar dan visi social Cyberspace



BAB II

PEMBAHASAN
21.   Pengertian dan Akar Sosial Cyberspace
Cyberspace (dunia maya) adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung). Dunia maya ini merupakan integrasi dari berbagai peralatan teknologi komunikasi dan jaringan komputer (sensor, tranduser, koneksi, transmisi, prosesor, signal, kontroler) yang dapat menghubungkan peralatan komunikasi (komputer, telepon genggam, instrumentasi elektronik, dan lain-lain) yang tersebar di seluruh penjuru dunia secara interaktif
Kata “dunia maya” diciptakan oleh penulis fiksi ilmiah William Gibson , ketika ia mencari nama untuk menggambarkan visinya tentang jaringan komputer global, menghubungkan semua orang, mesin dan sumber informasi di dunia, dan melalui mana yang bisa bergerak atau “navigasi” sebagai melalui ruang virtual. Kata “cyber”, tampaknya merujuk pada ilmu cybernetics , adalah baik dipilih untuk tujuan ini, karena berasal dari kata kerja Yunani “Kubernao”, yang berarti “mengarahkan” dan yang merupakan akar dari kata kita sekarang “untuk mengatur “. Ini berkonotasi baik ide navigasi melalui ruang data elektronik, dan kontrol yang dicapai dengan memanipulasi data tersebut. Misalnya, dalam salah satu novelnya Gibson menjelaskan bagaimana seseorang, dengan memasukkan dunia maya, bisa mengarahkan dikendalikan komputer helikopter untuk target yang berbeda. Dunia maya Gibson demikian bukan ruang data pasif, seperti perpustakaan: saluran komunikasi untuk berhubungan dengan dunia nyata, dan memungkinkan navigator dunia maya untuk berinteraksi dengan dunia itu. Referensi untuk cybernetics adalah penting dalam hal ketiga: cybernetics mendefinisikan dirinya sebagai ilmu informasi dan komunikasi, dan substrat dunia maya itu justru jaringan bersama dari semua saluran komunikasi yang ada dan menyimpan informasi menghubungkan orang-orang dan mesin.
Kata “ruang”, di sisi lain, berkonotasi beberapa aspek. Pertama, ruang memiliki ekstensi hampir tak terbatas, termasuk begitu banyak hal yang mereka tidak pernah bisa ditangkap sekaligus. Ini adalah penjelasan yang baik dari koleksi yang sudah ada data elektronik, misalnya pada Internet. Kedua, ruang berkonotasi ide gerakan bebas, untuk bisa mengunjungi berbagai negara bagian atau tempat. Ketiga, spasi memiliki beberapa jenis geometri, menyiratkan konsep-konsep seperti jarak, arah dan dimensi.
Pelaksanaan yang paling langsung dari gagasan yang terakhir adalah teknologi  virtual reality , di mana ruang tiga-dimensi kontinyu yang dihasilkan oleh komputer, yang bereaksi terhadap gerakan pengguna dan manipulasi seperti ruang fisik nyata akan. Dengan cara yang lebih metaforis, geometri (atau setidaknya topologi) ruang dapat ditemukan dalam jaringan link dan referensi mengkarakterisasi  hypertext (yang dapat dilihat sebagai bentuk yang paling umum untuk pengumpulan data saling terkait). Node dalam sebuah hypertext bisa dekat atau jauh, tergantung pada jumlah link satu harus melintasi untuk mendapatkan dari satu ke yang lain. Selain itu, set link dalam sebuah node yang diberikan mendefinisikan sejumlah arah di mana orang bisa bergerak. Namun, hypertext tampaknya tidak memiliki sejumlah ditentukan dimensi (kecuali mungkin tak terhingga), tidak kontinu tetapi “chunky”, dan jarak antara dua titik adalah secara umum berbeda tergantung pada titik dari mana seseorang mulai bergerak.
Salah satu tantangan bagi para peneliti yang berusaha untuk membuat jaringan komputer ini terlihat lebih seperti dunia maya Gibsonian adalah untuk mengintegrasikan geometri intuitif 3-D virtual reality, dengan lebih umum, tetapi secara kognitif membingungkan, dimensi tak terbatas hypertext jaring (lihat NCSA misalnya yang  proyek pada navigasi melalui ruang informasi ). Langkah pertama ke arah itu adalah ekstensi untuk World Wide Web yang memungkinkan pengguna untuk melakukan hypermedia navigasi dalam gambar dua dimensi (misalnya sebuah   peta Sumber Daya Internet ), dengan menghubungkan klik dalam berbagai bidang gambar dengan hyperlink yang berbeda. Lebih ambisius proposal untuk mengembangkan  Realitas antarmuka virtual ke World Wide Web yang sedang dibahas.
Sebagai gambaran untuk apa yang sekarang ada, kata “dunia maya” digunakan dalam berbagai significations, yang masing-masing menekankan satu atau lebih dari makna sketsa di atas. Beberapa menggunakannya sebagai sinonim untuk virtual reality, yang lain sebagai  sinonim untuk World-Wide Web hypermedia jaringan, atau untuk Internet secara keseluruhan (kadang-kadang termasuk telepon, TV, dan jaringan komunikasi lainnya).
Tak satu pun dari menggunakan sudah tampaknya menggabungkan aspek yang paling intrinsik cybernetic konsep tersebut: bahwa dari media berbagi melalui mana seseorang dapat melakukan kontrol atas lingkungan seseorang. Kontrol dapat menerapkan juga untuk benda di dunia maya (misalnya ketika Anda mengubah informasi di database melalui antarmuka formulir Web), seperti ke objek di dunia nyata (telepresence atau teleoperasi). Sebagai contoh pertama dari kemungkinan kontrol yang ditawarkan oleh World Wide Web, adalah mungkin untuk mengarahkan sebuah lengan robot yang dioperasikan untuk melakukan penggalian . Saya berani bahwa itu adalah bahwa dimensi terakhir yang akan berubah menjadi yang paling penting di masa depan, karena dapat membentuk substrat untuk “cybernetic superbeing “atau” metabeing “.

22.  Visi Sosial Cyberspace
Visi dari sosial cyberspace adalah sebagai sebuah infrastruktur dan jaringan ,cyberspace telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Informasi pada cyberspace umumnya disebarkan melalui suatu halaman website yang dibuat dengan format bahasa pemrograman HTML (Hypertext Markup Languange).
Ada 3 tingkat pengaruh cyberspace terhadap kehidupan sosial yaitu :
1.      Tingkat individu, cyberspace menciptakan perubahan mendasar dalam pemahaman kita tentang diri dan identitas.Struktur cyberspace membuka ruang yang lebar bagi setiap orang untuk secara artifisial menciptakan konsep tentang diri dan identitas. Kekacauan identitas akan mempengaruhi persepsi, pikiran, personalitas, dan gaya hidup setiap orang. Bila setiap orang bisa menjadi siapapun, sama artinya semua orang bisa menjadi beberapa orang yang berbeda pada saat yang sama. Pada akhirnya yang ada dalam cyberspace adalah permainan identitas: identitas baru, identitas palsu, identitas ganda, identitas jamak.
2.      Tingkat interaksi antarindividu, hakikat cyberspace sebagai sebagai dunia yang terbentuk oleh jaringan (web) dan hubungan (connection) bukan oleh materi.Kesalingterhubungan dan kesalingbergantungan secara virtual merupakan ciri dari cyberspace.Karena hubungan, relasi, dan interaksi sosial di dalam cyberspace bukanlah antarfisik dalam sebuah wilayah atau teritorial, yaitu interaksi sosial yang tidak dilakukan dalam sebuah teritorial yang nyata.
3.      Tingkat komunitas, cyberspace dapat menciptakan satu model komunitas demokratis dan terbuka. Karena komunitas virtual dibangun bukan di dalam teritorial yang konkret, maka persoalan didalamnya adalah persoalan normatif, pengaturan, dan kontrol. Dalam komunitas virtual cyberspace, pemimpin, aturan main, kontrol Social tersebut tidak berbentuk lembaga, sehingga keberadaannya sangat lemah. Jadi, di dalamnya, seakan-akan “apa pun boleh”.
23.   Contoh Social Cyberspace
1. Facebook
Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial yang paling banyak digunakan menurut jumlah pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Entertainment Weekly menempatkannya di daftar "terbaik" akhir dasawarsa dengan komentar, "Bagaimana caranya kita menguntit mantan kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan bermain Scrabulous sebelum Facebook diciptakan?" Quantcast memperkirakan Facebook memiliki 138,9 juta pengunjung bulanan di AS pada Mei 2011. Menurut Social Media Today pada April 2010, sekitar 41,6% penduduk Amerika Serikat memiliki akun Facebook. Meski begitu, pertumbuhan pasar Facebook mulai turun di sejumlah wilayah dengan hilangnya 7 juta pengguna aktif di Amerika Serikat dan Kanada pada Mei 2011.
2. Twitter
Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets). Kicauan adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut ("follower").
3.  Google Plus
Google+ atau Google Plus adalah jejaring sosial yang dioperasikan oleh Google Inc. Google+ diluncurkan pada 28 Juni 2011 dengan sistem undangan untuk diuji coba.Di hari tersebut, pengguna Google+ diijinkan untuk mengundang teman di atas 18 tahun, untuk membuat akun. Namun, ini segera dihentikan sehari kemudian setelah pembuatan akun semakin membeludak.
2.4 Kelebihan Dan Kekurangan Cyberspace
Cyberspace yang selama ini kita kenal dengan sebutan internet.Cyberspace itu sendiri merupakan wadah untuk banyak orang berkomunikasi secara vitual, oleh karena itu komunikasi yang terjadi di cyberspace disebut sebagai komunikasi virtual.Komunikasi virtual memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan.Kelebihan dari cyberspace itu sendiri membuat dunia ini menjadi sebuah ruang yang tanpa batas. Dengan menggunakan komunikasi virtual para pelaku komunikasi ini tidak mengenal akan batas geografis dan perbedaan ruang dan waktu karena semua kendala seperti yang terdapat pada komunikasi klasik ini dapat teratasi. Kita dapat bertemu dan berkomunikasi dengan semua orang dipenjuru dunia di dalam cyberspace. Keunggulan dari komunikasi virtual dibandingkan alat komunikasi lainnya adalah tingkat kecepatan dan keefisienannnya, ia bisa menyiarkan pesan dan informasi yang dibutuhkan oleh users secara langsung. Internet juga sangat efektif sebagai alat berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus, apabila kita menggunakan telepon selular maksimal kita melakukan teleconference dengan 3 hingga 10 orang. Namun di cyberspace kiat bisa berkomunikasi dan ber-teleconference dengan 1000 orang atau bahkan lebih dalam 1 waktu dan 1 ruang yaitu cyberspace. Berikut kelebihan lain dari cyberspace :
1.      Menciptakan semacam gaya hidup yang terbebas dari tekanan lingkungan seputar status social.
2.      Di dalam cyberspace tidak ada perebutan teritorial dalam pengertian fisik,sehingga dampak konflik akibat perebutan ruang fisik dapat dikurangi.Semua orang dapat menciptakan space sendiri-sendiri tanpa harus menggangu atau diganggu orang lain.
3.      Suatu tempat untuk menciptakan kebebasan dan demokrasi,bagi mereka yang tidak merasa tidak puas dengan kebebasan dan demokrasi di dunia nyata.
4.      Sarana untuk berdiskusi,bertukar ide,dan wadah untuk menghimpun aspirasi tanpa harus takut ada yang mengintimidasi.
5.      Melepaskan manusia dari “penjara tubuh”.Tubuh tidak lagi dibatasi oleh keterbatasan arsitektural dan alam.
6.      Tempat pelepasan diri dari beban hidup,tekanan jiwa,tekanan politik,tekanan keluarga(wentheim,30).
7.      Tempat orang menciptakan otoritas dan kekuatan bagi dirinya sendiriyang tidak ia peroleh dikehidupan nyata.
8.      Cyberspace menyediakan informasi yang bebas untuk diakses,kebebasan berbicara,kebebasan mengkritik.
Namun cyberspace juga memiliki sejumlah keterbatasan atau kekurangan diantaranya sifat dari komunikasi yang terjadi di cyberspace itu sendiri bersifat luas. Sehingga membuat proximity (kedekatan) antar users terasa kurang. Sangat berbeda dengan pangguna telepon yang pasti sudah saling mengenal satu sama lain. Cyberspace juga acap kali digunakan sebagai wadah untuk cybercrime, seperti ancaman, penipuan, bahkan pelecehan seksual dan para pelaku cybercrime lebih susah untuk ditemukan. Karena belum ada cyberlaw yang cukup kuat untuk membasmi cybercrime. Keterbatasan lain dari cyberspace adalah terkadang memuat beberapa orang terjebak dalam dunia maya tersebut, mereka menomor-duakan kehidupan nyatanya. Karena ia merasa dia lebih merasakan kehidupan seperti apa yang ia inginkan di cyberspace.Berikut kekurangan dari cyberspace:
1.      Bisa menimbulkan ketergantungan pada para pemakainya,karena banyaknya kebebasan berfantasi yang ditawarkan.
2.      Menciptakan cyber selfishness, cybercrime, cyber violence, cyberporn, cyberanarchy, dan semiotic violence seorang yang tidak bertanggungjawab secara social akibat dari sifat cyberspace yang anonim.
3.      Pada kenyataannya ‘egalitarianisme’ ( yaitu tidak terbatas oleh kepemilikan) itu tidak terbentuk, karena tetap saja ada elit yang mendominasi komunikasi cyberspace. Tetap terjadi cyber western imperialism.
4.      Punya sifat ekslusif, terbatas untuk orang-orang tertentu (kalangan yang mampu dan tahu).
5.      Memunculkan future worship (memuja masa depan). Menganggap nilai yang ada saat ini dan teknologi yang akan dating sebagai suatu kebenaran, sedangkan nilai dari masa lalu tidak masuk akal.

2.5   Penanggulangan Kejahatan Cyberspace
Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan kejahatan cyberspace adalah:
a.       Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut.

b.      Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional.
c.       Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cyberspace.
d.      Kesadaran warga negara mengenai masalah cyberspace serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi.
2.6 Dampak-dampak Cyberspace
v  Dampak Positif Cyberspace :
1.Sharing informasi.
2.Media belajar.
3.Membina pertemanan.
4.Media hiburan.

v  Dampak Negatif Cyberspace :
1.Cybercrime.
2.Pornografi.
3.Violence and gore (kekejaman dan kesadisan).
4.Penipuan.
5.Carding (penyalahgunaan kartu kredit).
6.Perjudian.
7.Mengurangi sifat sosial manusia




BAB III

PENUTUP
6.1  KESIMPULAN
Dari hasil penulisan makalah ini penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut :
1.      Cyberspace adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik secara online (terhubung langsung).
2.      Visi dari sosial cyberspace adalah sebagai sebuah infrastruktur dan jaringan, cyberspace telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan.
3.      Keunggulan Cyberspace dapat  menyiarkan pesan dan informasi yang dibutuhkan oleh users secara langsung. Namun Cyberspace juga acap kali digunakan sebagai wadah untuk cybercrime, seperti ancaman, penipuan, bahkan pelecehan seksual dan para pelaku cybercrime lebih susah untuk ditemukan




DAFTAR PUSTAKA